Perbedaan Air Mineral dan Air Murni

Saat ini banyak perdebatan tentang air mineral dan air murni , kami akan berbagi tentang perbedaan pendapat keduanya
Berikut adalah penjelasan yang menilai air minum mineral lebih baik daripada air minum murni.
Tubuh kita memerlukan mineral-mineral seperti Kalsium, Natrium, Besi, Fosfor, dan sebagainya, yang terkandung juga di dalam air. Artinya tubuh kita justru akan mendapat masalah jika meminum air yang tidak ada mineralnya (air murni).
Dalam menggunakan TDS dan elektrolisa, air mineral pabrikan memang akan memberikan nilai yang lebih tinggi dibanding air murni, karena memang didalam air mineral pabrikan mengandung beberapa mineral. Sementara mineral air murni boleh dikatakan hampir tidak ada. Namun di sini kita mesti paham apakah nilai yang diberikan oleh TDS dan elektrolisa sudah melewati ambang batas atau tidak dari nilai yang telah ditetapkan pemerintah atau WHO dan beberapa badan standarisasi dari negera lainnya, selama nilai yang diperlihatkan tidak melewati nilai yang telah ditetapkan, maka ia layak digunakan. Selain itu kita perlu zat besi untuk pembentukan darah merah, iodium untuk mencegah gondok dan beberapa mineral lainnya, namun mineral2 ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapat dari luar, salah satunya dengan menambahkannya dalam produk air minuman dan jika dalam minuman dan makanan yang kita konsumsi mengandungi mineral yang sedikit bahkan tidak ada, ya tidak baik juga buat kesehatan tubuh manusia.
Berikut adalah penjelasan yang menilai air minum murni lebih baik daripada air minum mineral,
“Tubuh kita memerlukan mineral dari makanan yang kita makan dan bukan dari air yang kita minum” (Dr.Cliford Denison)
Dr. Charles Mayo, dari Mayo Clinic menyatakan bahwa tubuh manusia tidak membutuhkan mineral anorganik dari air. Karena mineral yang dapat diabsorbsi oleh tubuh manusia adalah mineral organik yang biasa terdapat dalam makanan yang berasal dari sayur, buah maupun daging.
“Mineral anorganik yang terlarut dalam air, seperti Fosfat, Kalsium Karbonat dan lain-lain, akan tertimbun dalam jaringan tubuh, yang akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian…” (Dr. N.W.Walker, “ Water Can Undermine Your Health”, 1996 Norwalk Press, USA)
“Mineral bukan organik yang terdapat dalam air bila masuk ke dalam tubuh akan mengendap karena tidak dapat diserap oleh tubuh kita… Kerusakan terbesar pada organ-organ tubuh disebabkan oleh mineral anorganik yang bercampur dengan lemak dan garam di dalam darah. Campuran ini dapat menyumbat pembuluh darah ke organ-organ tersebut, sehingga menghambat aliran darah dan merusak fungsi organ tersebut” (Paul C.N.D. Phd., “The Shocking Truth About Water”)
“Mengkonsumsi air non mineral tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan sebaliknya bermanfaat ganda, karena tidak menambah mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, dan membantu membersihkan mineral anorganik yang terdapat didalam tubuh” (Dr. Allen E. Bani,”Your Water and Your Health”, Keats Publishing, Inc., 1990, Connecticut, USA)
Harvay and Marlyn Diamont, dalam bukunya berjudul Fit For Life, mengatakan : “Air dari mata air pegunungan tidak sesuai untuk tubuh manusia karena mengandung mineral bukan organik yang tidak diperlukan, tidak dapat diurai dan tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh, mineral2 ini dapat bercampur dengan kolestrol dalam darah sehingga mudah berbentuk plak tebal dalam saluran darah”.
Allan McDaniel,MD dalam bukunya Water-Whats in for you, mengatakan : “tidak ada nutrisi yang penting yang larut dalam air yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupan atau kesejahteraan”.
Category : Berita Posted on October 24, 2011


